Rabu, 22 September 2010

Apa Itu Air Tanah ?

Mungkin kita mengira2, bahwa air tanah itu selalu ada terus di bumi…dan tidak akan pernah habis…yah itu mah kata pikirannya anak kecil…heheh…sedangkan para pembaca sudah gede semua khan???…pasti tahulah air tanah itu akan habis bila kita kurasss terus…hehe…tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian dari kita hanya mengetahui air tanah secara umum kali yahh…nah saya ingin berbagi cerita mengenai air tanah ini…apaan tuh air tanah ? kata orang gaul…

Oke saya akan berbagi cerita mengenai air tanah dari dasarrrr banget…lumayan buat nambah ilmu juga tahu cara manajemen dan pelestariannya…khan bisa menyelematkan bumi dari kebinasaan, ciyehhh kata orang lingkungan…hehe…

Oke kita mulai, nanti kalo ada yang ga ngerti unjuk jari yah…telunjuk yah jangan yang lain…hehe

Apa itu Air Tanah ?

Ga tahu yah…gini..air tanah adalah ketika hujan membasahi bumi dengan lembut dan menghilangkan dahaga ketika panas mencekram, air nya itu begitu tidak berhenti begitu saja khan ?alah udah pada tahu semua. Sebagian itu mengalir di permukaan bumi sampai ke sungai atau danau atau sumur atau wc (kalo wc nya kebuka atapnya loh) dan lain2 lah…sebagian diserap tanaman pete atau toge dan tanaman lainnya, sebagian terevaporasi lagi ke atmosphere (baca :atmospir), juga sebagian menyerap ke tanah nyak dan babeh semua orang. Nah gambarannya seperti menyiram segumpal pasir dengan segelas air sirup..(nelen ludah)…

Ketika air merembes ke dalam tanah, sebagian bertaut pada partikel tanah atau akar tumbuhan di bawah permukaan. Nah itu bagus tuh buat tanaman buat tumbuh berkembang jadi besar dan beranak pinak..air yang tidak ketangkep sama tumbuhan itu bergerak lebih dalam lewat rekahan tanah atau pasir dan ruang yang ada di bawah sampai lapisan batuan yang air tersebut tidak bisa bergerak lagi alias mentok. Lalu air tersebut mengisi rekahan atau space yang tersedia di atas lapisan batuan tahan air tersebut. Batas atas air tersebut disebut “water table” alias muka air tanah…lalu air tersebutlah yang disebut air tanah (groundwater)…begitu ceritanya bapak2 dan ibu2, sus dan bro…ngerti kan ? alah udah pada tahu semuanya….baguslah kalo begitu…

Nah penambahan air tanah itu dari hujan yang turun menyerap ke tanah disebut “recharge water” alias di cas lagi air tanah yang ada..(kaya hp).pengecasan air tanah bisa juga dari saluran air buatan manusia yaitu selokan2 yang bocor dan irigasi2 untuk pengairan para petani dan pekebun…

Kira2 seberapa dalam itu air tanah ? that’s a good question…air tanah dalamnya tergantung dari jumlah air yang masuk ke dalam tanah, jadi tidak tentu, bisa dalam atau juga bisa dangkal. Naik turunnya air tanah juga tergantung beberapa factor, yaitu curah hujan di suatu wilayah apabila tinggi bisa menaikan muka air tanah juga apabila musim kemarau yang curah hujannya rendah bisa menurunkan muka air tanah, contoh gampangnya lihat aja sumur2 penduduk atau sumur di rumahmu, kira2 berapa dalamnya muka air di dalam sumur itu….gampang kan…

Bila lihat gambar di atas, ada istilah “aquifer”, mungkin pembaca bertanya2, apa itu aquifer ?

Aquifer adalah suatu lapisan batuan atau tanah yang mana air tanah dapat bergerak dengan mudah. Seberapa mudahkah air tanaha bergerak didalam sana ? itu tergantung dari seberapa besar ruang yang ada di dalam suatu aquifer tersebut dan seberapa banyak koneksi antar ruang tersebut…kalo ruangnya besar kaya kamar ya gampang bergerak kan, terus koneksi antar kamarnya besar, lebih gampang lagi bergerak sana sini kalo, apalagi kalo kebelet bisa2 tembok juga ditabrak…heheh..besarnya ruang untuk air tanah itu disebut porositas dan banyaknya koneksi antar ruang tersebut disebut permeabilitas…

Gimana sih keadaan ruang di dalam tanah tersebut (aquifer) ? apa besar kaya kolam atau kecil kaya aquarium ?...heheh lucu pertanyaanya…

Okelah kalo begitu, ruangan di dalam tanah atau batuan tersebut (aquifer) terdiri dari gravel, pasir, batupasir atau batugamping yang banyak lubangnya…gravel ?iya gravel itu batuan yang besar2, sebesar kepalan tangan sampai sebesar rumah kali yah…kalo pasir dan batupasir bedanya apa ? ya jelas beda, kalo batupasir itu pasir yang sudah terkompaksi alias menyatu butirannya jadi batu, kalo pasir ya belumlah jadi batu, masih material kecil2 buat nembok rumah…material2 itu punya permeabilitas yang bagus, karena ada ruang diantara butiran2nya itu॥ngarti ora ?jadi ada pori2 nya gitu loh…nah kalo di batugamping disebut rekahan, bisa dilihat di bawah ini…

Bila lihat gambar itu ada istilah permeable dan impermeable, itu kata si mbah, bila permeable itu yang pori2nya berhubungan satu sama lain jadi air tanah tersebut bisa bergerak sesuka hati, ibarat di mall…kalo impermeable, pori2nya tidak berhubungan jadi sendiri2 aja, kaya di kos2an…heheh..contoh batuan yang impermeable ya batulempung alias tanah liat…kalo istilah yogya nya claystone dan shale.

Kalo gitu ngeluarin air tanahnya gimana ?good question bro and sus…

Ya bikin sumurlah atau dibor pake linggis gitu loh….lalu disedot pake pompa air, coba tanya ke toko kue pasti dia tahu..heheh..nah hati2 kalo terlalu banyak nyedot air tanah, bisa2 sumurnya kering, karena kebanyakan diambil, si air tanahnya turun ke bawah dasar sumur, jadi kering dech..makanya berhematlah dalam penggunaan air tanah…..hehe..istilah kate efektif dan efisien, jangan dibuang-buang buat hal2 yang tidak berguna…


Untuk air yang keluar lewat sumur dan keluar lewat sungai atau danau dari aquifernya disebut “discharge water”.beberapa jenis sumur yang disebut artesis itu air keluar tidak usah dipompa karena dia keluar sendiri karena perbedaan ketinggian dengan air yang berada di bagian aquifer atas menekan air di bagian bawah tersebut keluar sumur, . Enak kan kalo air tanah ga usah dipompa, bisa hemat pompa…heheh…makanya cari aja kira2 dimana kita bisa bor itu air tanah yang aquifernya pas di bagian paling rendah…Cuma saratnya batas atas dan bawah aquifer tersebut, batuannya impermeable alias kedap air…

Satu lagi pertanyaan, bisakah kita kehabisan air tanah ?

Jawabnya bisa, penjelasannya seperti ini apabila air tanah lebih banyak disedot atau keluar dari aquifer (discharge) daripada air hujan mengisi kembali air tanah tersebut (recharge) maka air tanah akan habis..bis..bis…misalnya pada musim kemarau, air tanah disedot habis2an karena kita pada kehausan sedangkan hujan tidak kunjung turun menyirami bumi….maka muka air tanah akan turun dan semakin dalam, pada akhirnya akan habis…sedih dech…ga bisa bikin sirup lagi dech…Air tanah juga akan tidak berguna bila terdapat polusi yang terkandung di dalamnya, seperti dimana polusi bisa menyerap ke dalam tanah sehingga mencampuri kemurnian air tanah. Hal tersebut bisa berasal dari buang sampah sembarangan dan zat2 kimia yang terserap ke dalam tanah, juga hasil limbah industry yang tidak bagus penanganannya, juga dari septic tank yang bocor, tangki bensin yang bocor, pestisida dan lain2…..bisa2 kita minum sirup pestisida dech…amit2…

Oleh sebab itu adalah tugas kita untuk menyelamatkan air tanah kita, minimal di sekitar rumah kita dulu, karena siapa yang mau minum aqua botol terus2an, mahal bo…heheh…bersihkan polusi yang bisa menyebabkan air tanah kita tercemari…(source : USGS Ground Water Information Pages)

SALAM PERDAMAIAN…

Jumat, 17 September 2010

Biosfer


Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, daratan, dan air, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Dalam pengertian luas menurut geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi. Bumi hingga sekarang adalah satu-satunya tempat yang diketahui yang mendukung kehidupan. Biosfer dianggap telah berlangsung selama sekitar 3,5 milyar tahun dari 4,5 milyar tahun usia Bumi.

PELESTARIAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA

Indonesia memiliki banyak kawasan yang dilindungi dalam bentuk suaka alam. Kawasan suaka alam diatur dalam Undang-Undang No. 5 tahun 1967 tentang ketentuan-ketentuan pokok kehutanan. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa hutan suaka alam mencakup kawasan huitan yang karena sifatnya yang khas diperuntukkan secara khusus bagi perlindungan alam hayati dan manfaat-manfaat lainnya. Kawasan tersebut terdiri atas Cagar Alam dan Suaka Marga Satwa.

Cagar Alam adalah kawasan yang ditetapkan sebagai tempat untuk melindungi tumbuhan dan lingkungannya agar dapat tumbuh secara alami.

Suaka Marga Satwa adalah kawasan yang ditetapkan sebagai tempat untuk melindungi dan melestarikan berbagai jenis hewan agar terhindar dari kepunahan.

Peta Persebaran Taman Nasional di Indonesia

Peta Persebaran Taman Nasional di Indonesia

Persebaran Kawasan suaka alam yang dilindungi di indonesia :

1. PULAU SUMATRA

a. Taman Nasional Gunung Leuser (Aceh & Sumatra Utara)

b. Taman Nasional Siberut (Sumatra Barat)

c. Taman Nasional Kerinci Seblat

d. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (Riau)

e. Taman Nasional Berbak (Jambi)

f. Taman Nasional Bukit Duabelas (Jambi)

g. Taman Nasional Bukit Barisan (Bengkulu & Lampung)

h. Taman Nasional Way Kambas (Lampung)

2. PULAU JAWA

a. Taman Nasional Ujung Kulon (Banten)

b. Taman Nasional Kepulauan Seribu (DKI Jakarta)

c. Taman Nasional Gunung Halimun (Jawa Barat)

d. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Jawa Barat)

e. Taman Nasional Laut Karimu Jawa (Jawa Tengah)

f. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur)

g. Taman Nasional Meru Betiri (Jawa Timur)

h. Taman Nasional Baluran (Jawa Timur)

i. Taman Nasional Alas Purwo (Jawa Timur)

3. Bali dan Nusa Tenggara

a. Taman Nasional Bali Barat (Bali)

b. Taman Nasional Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat)

c. Taman Nasional Komodo (Nusa Tenggara Timur)

d. Taman Nasional Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)

4. KALIMANTAN

a. Taman Nasional Gunung Palung (Kalimantan Barat)

b. Taman Nasional Tanjung Puting (Kalimantan Tengah)

c. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (Kalbar & Kalteng)

d. Taman Nasional Betung Karihun (Kalimantan Barat)

e. Taman Nasional Kayan Mentarang (Kalimantan Timur)

f. Taman Nasional Kutai (Kalimantan Timur)

5. PULAU SULAWESI

a. Taman Nasional Laut Bunaken Manado Tua (Sulawesi Utara)

b.Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (Sulawesi Utara)

c.Taman Nasional Lore Lindu (Sulawesi Tengah)

d.Taman Nasional Laut Taka Bonerate (Sulawesi Selatan)

e.Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (Sulawesi Tenggara)

f.Taman Nasional Laut Wakatobi (Sulawesi Tenggara)

6. MALUKU dan PAPUA

a. Taman Nasional Manusel (Maluku)

b. Taman Nasional Laut Teluk Cendrawasih (Papua)

c. Taman Nasional Wasur (Papua)

d. Taman Nasional Gunung Lorentz (Papua)

FLORA JAWA BALI

Bentangan alam pulau Jawa dan Bali yang memanjang memungkinkan iklim yang berbeda antara wilayah Jawa bagian barat dengan Jawa bagian timur. Curah hujan di pulau Jawa bagian barat cenderung lebih tinggi daripada Jawa bagian timur sampai ke Bali. Gejala ini disebabkan oleh pola iklim yang berbeda, daerah Jawa bagian barat beriklim Af, yaitu hutan hujan tropis. Semakin ke timur, iklim berubah menjadi iklim Am atau muson tropis dan iklim Aw atau sabana tropis. Dari perbedaan tersebut maka kemudian timbul sebaran vegetasi yang berbeda :

1. Hutan hujan tropis

Hutan ini beriklim Af dan berada di sekitar Jawa bagian barat dengan curah hujan yang cenderung tinggi. Beberapa kawasan vegetasi hutan hujan tropis di Jawa bagian barat adalah Cagar Alam Ujung Kulon di Banten, Cagar Alam Cibodas, dan Pananjung Pangandaran di Jawa Barat

2. Hutan musim tropis

Hutan ini berada di sekitar Jawa Barat bagian utara sampai Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur. Kawasan ini memiliki iklim Am dengan curah hujan kurang sehingga jenis vegetasi yang biasa terdapat di daerah ini dan menjadi ciri khas adalah jenis tumbuhan yang meranggas pada waktu musim kemarau, seperti pohon jati. Kawasan hutan ini berada di Alas Roban, Jawa Tengah, dan hutan jati di sekitar Jepara.

Pohon Jati - Tumbuhan Khas wilayah hutan musim tropis

Pohon Jati - Tumbuhan Khas wilayah hutan musim tropis

3. Sabana tropis

Sejenis padang rumput yang diselingi oleh pohon besar. Jenis iklimnya Aw yang ditandai dengan jumlah curah hujan tahunan sedikit. Kawasan ini berada di Jawa bagian timur sampai Bali. Contohnya, Cagar Alam Baluran Jawa Timur dan Taman Nasional Bali Barat.

Di bawah ini beberapa flora yang menjadi maskot untuk daerah Jawa dan Bali:

1. DKI Jakarta : Salak Condet

Salak Condet

Salak Condet

2. Jawa Barat : Gandaria

Gandaria

Gandaria

3. Jawa Tengah : Bunga Kantil

Bunga Kantil

Bunga Kantil

4. DI Yogyakarta : Pohon Burahol atau Kepel

Burahol (Kepel)

Burahol (Kepel)

5. Jawa Timur : Bunga Sedap Malam (Polianthes tuberosa)

Bunga Sedap Malam

Bunga Sedap Malam

6. Bali : Kayu Manjegau

Manjegau

Manjegau

FLORA KEPULAUAN WALLACEA

Wilayah persebaran flora Wallace meliputi pulau Sulawesi, pulau Timor, Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara. Di daerah ini memiliki iklim yang kering dengan suhu relatif lebih tinggi di bandingkan dengan kawasan lain yang terdapat di Indonesia. Kondisi yang demikian mengakibatkan vegetasi yang mampu tumbuh di daerah tersebut adalah sebabgai berikut.

1. Sulawesi

Di wilayah ini terdapat hutan pegunungan, untuk melindungi ekosistem yang ada kemudian di sebagian daerah ini di resmikan sebagai Kawasan Cagar Alam Tangkoko di puncak gunung kembar dan puncak dua saudara di ujung paling utara Sulawesi.

2. Nusa Tenggara

Persebaran flora di daerah Nusa Tenggara di dominasi oleh hamparan Sabana Tropis seperti yang terdapat di Kawasan Cagar Alam Pulau Komodo

Sabana Tropis di Nusa Tenggara

Sabana Tropis di Nusa Tenggara

3. Maluku

Di wilayah ini terdapat hutan campuran dengan berbagai jenis pohon dan hasil rempah-rempah yang terkenal, antara lain :

a. Pohon Kenari

Pohon Kenari

Pohon Kenari

b. Hutan Sagu

Hutan Sagu

Hutan Sagu

c. Berbagai rempah-rempah seperti :

- Pala

pala

Pala

- Cengkeh

Pohon Cengkeh

Pohon Cengkeh

- Kayu Manis

Pohon Kayu Manis

Pohon Kayu Manis

- Lada

Lada

Lada

Selain jenis tumbuhan di atas terdapat beberapa jenis flora khas yang menjadi maskot di wilayah sebaran flora kepulauan Wallacea, yaitu :

1. Sulawesi Utara : Langsei (Ficus minahasae)

Langsei (Ficus minahasae)

Langsei (Ficus minahasae)

2. Sulawesi Tengah : Pohon Eboni

Eboni

Eboni

3. Sulawesi Selatan : Lontar

Pohon Lontar

Pohon Lontar

4. Sulawesi Tenggara : Anggrek Serat

Anggrek Serat

Anggrek Serat

5. Nusa Tenggara Barat : Ajan Kelicung (Diospyros macropylla)

Ajan Kelicung

Ajan Kelicung

6. Nusa Tenggara Timur : Tanaman Cendana

Cendana

Cendana

7. Maluku : Anggrek Larat (Dendrobium phalaenopsis)

Anggrek Larat

Anggrek Larat

FLORA SUMATRA KALIMANTAN

Jenis tumbuhan di wilayah persebaran pulau Sumatra dan Kalimantan sangat dipengaruhi oleh jenis iklim yang ada di wilayah tersebut, yaitu iklim Af. Wilayah iklim Af di dominasi oleh hutan tropis yang memiliki curah hujan dan kelembaban yang tinggi. Jenis vegetasi yang terdapat di wilayah persebaran ini dibedakan atas penyebabnya menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Jenis vegetasi kosmopolitan yang disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi. Wilayah ini didominasi oleh hutan hujan tropis yang lebat dengan spesies tumbuhan yang khas seperti kayu meranti yang keras seperti pohon deptirokarpus dan berbagai macam anggrek.

Deptirokarpus

Meranti - Deptirokarpus

2. Pohon paku, lumut dan jamur yang merupakan jenis tumbuhan yang di akibatkan oleh kelembaban yang tinggi

Kelompok vegetasi yang lain di wilayah ini adalah hutan bakau/mangrove yang biasanya tersebar di sepanjang pantai dan muara-muara sungai.

  • Persebaran jenis flora yang terdapat di wilayah pulau Sumatra tersebar dari ujung utara sampai selatan pulau tersebut. Meski demikian wilayah ini memiliki daerah miniatur yang mirip dengan berbagai ekosistem yang ada di pulau Sumatra. Sebaran flora di Sumatra dapat dikatakan terwakili oleh adanya Taman Nasional Gunung Leuser di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam. Di wilayah taman nasional tersebut memiliki koleksi khas ekosistem Sumatra mulai dari ekosistem pantai. rawa, dataran rendah, hingga ekosistem pegunungan.
  • Wilayah Kalimantan di dominasi oleh hutan hujan tropis yang kaya akan pohon berkayu keras dan besar. Terdapat juga liana (tumbuhan pemanjat) yang menjadi komoditi unggulan yaitu : rotan.
    • Di Kalimantan bagian selatan terdiri atas daerah dataran rendah pantai, daerah rawa, daerah perbukitan dan pegunungan
    • Di bagian tengah, terdapat pegunungan Meratus yang membujur dari utara ke selatan yang membelah wilayah menjadi dua bagian yang berbeda
    • Di bagian timur terdapat daerah berbukit yang ditumbuhi oleh hutan primer, hutan sekunder, semak belukar dan padang ilalang.
    • Di bagian barat, terdapat dataran rendah yang terdiri atas rawa monoton, rawa banjir, rawa pasang surut, dan daerah aluvial. Pada bagian ini ditumbuhi oleh hutan bakau, hutan rawa, dan lahan dengan berbagai jenis rawa.

Terdapat beberapa jenis flora yang dijadikan maskot oleh daerah-daerah/propinsi di wilayah sebaran Sumatra-Kalimantan, antara lain :

1. ACEH : Cempaka (Michelia champaca L)

Cempaka

Cempaka

2. SUMATRA UTARA : Bunga Kenanga (Cananga odorate)

Kenanga

Kenanga

3. SUMATRA BARAT : Pohon Andalas (Morus Macroura)

Sumatra Barat-Andalas

Pohon Andalas

4. BENGKULU : Suweg Raksasa (Amorphophallus titanium)

Suweg Raksasa - Sejenis bunga bangkai

Suweg Raksasa - Sejenis bunga bangkai

5. RIAU : Nibung

Nibung

Nibung

6. JAMBI : Pinang Merah

Pinang Merah

Pinang Merah

7. SUMATRA SELATAN : Pohon Duku

Pohon Duku

Pohon Duku

8. LAMPUNG : Bunga Ashar

Bunga Ashar

Bunga Ashar

9. KALIMANTAN BARAT : Tengkawang Tungkul (Sharea stenoptera)

Tengkawang Tungkul

Tengkawang Tungkul

10. KALIMANTAN TENGAH : Tenggaring

Kalteng-Tenggaring

Tenggaring

11. KALIMANTAN TIMUR : Anggrek Hitam (Black Orchid)

Anggrek Hitam

Anggrek Hitam

12. KALIMANTAN SELATAN : Kasturi (Mangifera caturi)

Kasturi

Kasturi

PERSEBARAN FLORA DI INDONESIA

Persebaran flora di Indonesia terbentuk karena adanya peristiwa geologis yang terjadi pada jutaan tahun yang lalu, yaitu pada masa pencairan es (zaman glasial). Pada saat itu terjadi pencairan es secara besar-besaran yang menyebabkan naiknya permukaan air laut di bumi, hal ini menyebabkan beberapa wilayah yang dangkal kemudian menjadi tenggelam oleh air laut dan membentuk wilayah perairan yang baru.

Beberapa wilayah perairan baru di sekitar Indonesia yang terbentuk pada masa berakhirnya zaman glasial itu adalah Laut Jawa yang terdapat di daerah Dangkalan Sunda dan Laut Arafuru yang terdapat di daerah Dangkalan Sahul. Terbentuknya perairan baru di daerah dangkalan tersebut menyebakan flora yang semula dapat dengan bebas bermigrasi akhirnya terhambat oleh perubahan kondisi geologis.

Jenis tumbuhan yang tersebar di wilayah Indonesia meliputi hutan tropis, hutan musim, hutan pegunungan, hutan bakau dan sabana tropis. Persebaran flora di wilayah Indonesia itu sendiri terbagi ke dalam 4 kelompok besar wilayah flora Indonesia, yaitu :

1. Wilayah Flora Sumatra-Kalimantan

Tersebar di pulau Sumatra dan Kalimantan serta pulau-pulau kecil di sekitarnya (Nias, Enggano, Bangka, Belitung, Kep. Riau, Natuna, Batam, Buton dll). Contoh flora khas yang tumbuh adalah Bunga Bangkai (Raflesia Arnoldi)

Bunga Bangkai (Raflesia Arnoldi)

Bunga Bangkai (Raflesia Arnoldi)

2. Wilayah Flora Jawa-bali

Tersebar di pulau Jawa, Madura, Bali dan kepulauan-kepulauan kecil disekitarnya (Kepulauan Seribu, Kep. Karimunjawa). Contoh flora khas yang tumbuh adalah pohon Burohal (Kepel)

Pohon Burahol (kepel)Pohon Burahol (kepel)

3. Wilayah Flora Kepulauan Wallacea

Tersebar di pulau Sulawesi, Timor, Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara. Contoh flora yang tumuh adalah pohon Sagu

Pohon Sagu

Pohon Sagu

4. Wilayah Flora Papua

Meliputi wilayah pulau Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Contoh Flora Khas tumbuh adalah Uacalyptus, sama dengan jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah Queensland Australia Utara.

eucalyptus

eucalyptus